Hati sebenarnya sedih
begitu larut namun tak kunjung airmata ini turun
terdiam, seakan ingin menyangkal diri
berharap apa yang terjadi hanya ilusi belaka..
berada disekitar banyak individu
namun kurasa hanya seorang diri belaka
kuanyam hari demi hari
menghirup udara dan melepaskan kembali
inikah namanya kehilangan abadi?
yang artinya tak kunjung bersua kembali
aku pernah merasa sakitnya kehilangan,
begitu sesaknya saat itu untuk mendamba
sekujur tubuh ini terasa begitu lemah dan lelah
perlahan kucoba untuk kembali berjalan
menguatkan diri untuk menatap kedepan
dan kini saat kumulai menemukan ritme hidup kembali
sosok tercinta yang lain harus pergi
entah, sampai kapan rasa seperti ini menggangu hasrat
langkah terasa begitu berat
hari demi demi hari kembali berjalan lambat
aku harus kuat
dan doa terus harus aku panjat
saat ini, aku hanya mencoba mengalihkan pikiran untuk hal yang lebih bermakna
hidup ini terlalu singkat, untuk terhanyut terus dalam lara
mentari, ia akan selalu tetap bersinar
memberi kita makna bahwa harapan itu tetap akan ada
gunakan saja waktu yang masih kita punya..
karena semua akhirnya akan kembali padaNya
..
*in memoriam : Ayahanda Tercinta
Bapak Daud Wadudadi [12 Feb 1942 - 03 Agust 2021]
[Rabu, 25 Agustus 2021]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar