. . . sebuah catatan . . .

... sebuah catatan, sekecil apapun memiliki arti yang mendalam... di setiap goresannya, memiliki kisahnya masing-masing.. tentang kerinduan.. kesendirian.. harapan.. serta impian...

Jumat, 14 Oktober 2011

puisi dua...

gitar bukanlah sebuah 'gitar' 
sampai ada yang 'memetik'nya..

seruling bukanlah sebuah 'seruling'
sampai ada yang 'meniup'nya..

lagu bukanlah sebuah 'lagu'
sampai ada yang 'menyanyikan'nya..

dan..

cinta bukanlah 'cinta'
sampai ada yang 'menyambut'nya..

------------------------------------------------------

"seandainya dunia berhenti berputar, hati tetap ku jaga,
tiada pernah ku ingkar..
bagiku semula cinta hanya kata,
sampai kau datang jua dan memberinya makna.."
                         # KLa Project -Cinta (bukan) hanya Kata

(#medio Februari 2011)

Sabtu, 03 September 2011

sahabatku..

sahabatku..
aku tidak dapat membencimu
juga tidak dapat mencintaimu
karena semuanya telah hancur
lupakanlah apa yang terjadi...

sahabatku..
berdosakah saya apabila tidak mencintaimu?
kini saya telah jauh darimu
tapi saya tetap mengenangmu
mengenangmu kembali kisah-kisah yang pernah
saya alami selama persahabatan kita..

sahabatku..
doakanlah agar saya bisa melupakanmu seutuhnya..
memang terlalu menyakitkan
tapi saya harus bisa melakukannya
dan
doakanlah saya selalu tabah dalam menghadapi cobaan apapun..
dalam persahabatan..

kita memang berbeda
lupakanlah semua yang terjadi..
lupakan diriku..
anggaplah semuanya telah berlalu..

semuanya akan ku kenang
semua akan jadi kenangan
sewaktu kan dan aku
masih bersatu....

(goresan seseorang 'Tata'.. Desember 1991)

Kamis, 10 Maret 2011

Kisah Riwayat Sebuah Guci Cantik


Pada suatu hari sepasang suami istri yang baru menikah, berbulan madu di Cina. Saat berjalan-jalan di sebuah galeri seni, mereka menemukan sebuah guci yang indah sekali. Mereka melihat harga yang tercantum di label guci itu, tertulis angka 40.000 USD !

“Sangat mahal” kata si istri.

“Ya, tentu !” tiba-tiba pelayan galeri itu berkata, “Guci ini dibuat sekitar 400 tahun lalu, sangat klasik, tetapi tetap indah dan utuh, karena ia dibuat oleh seorang maestro seni yang luar biasa, pembuatnya adalah seniman sejati, guci yang dibuatnya selalu berkualitas tinggi dan bernilai seni tinggi, sekalipun sudah berusia ratusan tahun.

“Tak disangka, guci itu tiba-tiba berkata.

“Tak tahukah kalian bahwa aku sebenarnya hanya seonggok tanah liat bau yang tak berguna?”
Orang-orang itu hanya melongo,
“Saat itu tuanku menemukan aku, memukul-mukulkan aku pada sebuah papan, hingga pasir dan kerikil dalam tubuhku keluar semua.. sakit sekali rasanya”

Sang guci melanjutkan ceritanya.
“Tidak hanya itu, selanjutnya ia menaruhku di atas batu yang berputar; dan dengan segera dia memutar-mutar dan mulai mengikis dan membentuk tubuhku. Aku tidak tahan.. pusing.. tolong hentikan.. sakit.. itu yang kuteriakkan, tetapi tuanku hanya berkata: belum saatnya

“Sesudah itu dia meletakkan aku di sebuah ruangan di atas panggangan api, tahukah kalian, betapa panasnya itu? perlahan-lahan tubuhku yang lembek dan hitam berubah menjadi kaku dan memerah.. panas.. tolong hentikan.. itu yang kuteriakkan, tetapi tuanku tersenyum dan hanya berkata: belum saatnya

“Sesudah itu, tuanku mengeluarkan dari ruangan itu, dan ia mulai menggoreskan cat-cat pada tubuhku.. saat tubuhku masih panas dan memerah.. pedih sekali rasanya.. seluruh kulitku terasa seperti disiram api.. aku hanya bisa menangis dan berkata.. tolong hentikan.. aku tidak kuat.. tetapi tuanku berkata : belum saatnya

“Sesudah tubuhku berlumuran cat, tuanku memasukkanku lagi ke ruangan tadi dan mulai memanggangku lagi.. kali ini panas yang kurasakan luar biasa, mungkin beberapa kali lipat dari panas yang tadi… tolooong.. sakiiitt…. itu yang bisa kuucapkan, tetapi tuanku hanya berkata: belum saatnya, tinggal sebentar lagi

“Setelah beberapa jam di panggangan itu, aku mulai melihat kulitku perlahan-lahan mulai memutih dan sangat keras.. lebih keras dari sebelumnya.. sakit dari sekujur tubuhku aku rasakan. Perlahan-lahan tuanku mengeluarkan aku dari ruangan itu.. membersihkan tubuhku dengan lap sutra dan memberiku tempat di atas sebuah meja yang indah..”

“Beberapa hari kemudian, sakitku mulai hilang, dan ajaib, aku merasa sangat kuat. Perlahan-lahan aku mulai sadar, bahwa aku telah berubah menjadi guci yang sangat cantik, seorang raja bersedia membeliku dengan harga yang sangat tinggi”
“Semenjak itu, aku tidak pernah bertemu dengan tuanku lagi, tetapi yang aku tahu, semenjak raja itu membeliku, aku selalu berada di tempat yang indah dan tinggi, agar semua orang bisa melihatku, semua orang bangga dapat memiliki dan melihat aku, aku pun yakin kalian semua pasti ingin berfoto didekatku. Dulu, pernah ada dua kerajaan bertempur cuma gara-gara memperebutkan aku…”

“Oohh betapa bahagianya aku, seandainya bisa bertemu dengan tuanku sekali lagi.. aku ingin mengucapkan terima kasih.. akan karyanya yang sangat indah di hidupku”

(Dari “A Cup of Tea at Afternoon”; author: unknown)

Cerita ini mengingatkan aku pada masa lalu..
dan merasakan kehebatan tangan-Nya dalam membentuk aku.

 -kamis, 10 Maret 2011 - 23.55 wita-
 

Jumat, 25 Februari 2011

Engkaulah Bahagiaku...


(by : Katon Bagaskara)

saat diriku terhanyut, membutuhkan asa
cinta kasihmu yang menopangku
kala terbawa galau rasa, melemahkan jiwa
lembutnya katamu yang kan menghiburku
ku selalu percaya masa indah terajut berdua
meski dunia kadang menolak kita
betapa tiada satu pun yang mampu halaukan cinta kita
sampai selamanya engkaulah bahagiaku

setiap kali ku ingin mewujudkan mimpi
pancaran wajahmu semangatku
dan ku sadari jiwamu cerminan jiwaku
tak terpisah lagi, kau memang untukku

ku selalu percaya masa indah terajut berdua
meski dunia kadang menolak kita
betapa tiada satu pun yang mampu halaukan cinta kita
sampai selamanya engkaulah sungguh bahagiaku


 (song for some one.....)
*26022011-12.24 wita*

Senin, 31 Januari 2011

getar kehadiranmu..

. . .
sejenak menyusuri jalan setapak di ruang bathinku, 

mencoba mencari jawaban, 
apakah dirimu masih berdiam di dalamnya.. 
atau sebenarnya telah beranjak pergi.. 
karena getar kehadiranmu semakin lemah berdegup kurasakan . . 

ku coba mengitari sisi ruang bathinku..
berharap menemukan sosok dirimu disana..
namun apa dayaku,
dirimu tak jua kudapatkan..
ku memanggil namamu, 
namun tiada jua sepatah jawaban darimu yang kudengar..


mungkin memang engkau telah pergi
dan meninggalkan semerbak harummu dalam bathinku
mengkin engkau telah menghilang..
dan meninggalkan seuntai cerita indah dalam hatiku..


aku duduk terdiam, mencoba kembali mengenangmu
mencoba mengingat kembali kenangan bersamamu..
hingga ku menyadarinya, bahwa engkau memang harus pergi..


aku tidak akan mencarimu lagi..
aku akan melepaskan dirimu pergi..
karena aku tahu
bila saatnya engkau pergi,
itulah saat yang terbaik yang harus kita jalani..
dan akan membawa kebaikan bagiku juga untuk dirimu..


ku hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk dirimu..
terima kasih atas segala pesona dirimu..
terma kasih kasih atas segala cinta yang ada diantara kita..
terima kasih telah menghadirkan segenap cerita indah
dan terima kasih, karena kau membuatku menemukan rasa cinta kembali..


(akhir Januari 2011)

. . . . .


tentang aku

">